Atas

Tidak Ada Pembangunan Tanpa Perencanaan, Tidak Ada Perencanaan Tanpa Data dan Informasi, Tidak Ada Data Tanpa Penelitian
Tampilkan postingan dengan label Ekonomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ekonomi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 Januari 2016

BLITAR YANG MENAWAN.....

Kabupaten Blitar terus bersolek...
sebagai daerah yang PDRBnya bertumpu pada sektor pertanian, untuk meningkatkan nilai jual produk pertanian, pemerintah Kabupaten Blitar merancang agenda pengembangangan Agrowisata dengan menggandeng pemerintah desa dan memberdayakan masyarakat desa.

 

Jumat, 03 April 2015

Wisata Alam dan Budaya serta Pengelolaan Sumber Daya Alam menjadi andalan Kab. Blitar Mengahdai MEA 2015

Pemerintah Kabupaten Blitar, mempersiapkan diri dengan baik menjelang pelaksanaan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015.  Melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Blitar merapatkan barisan dengan menggelar Sosialisasi  Masyarakat Ekonomi ASEAN MEA) 2015 di Ruang Perdana Kantor Bupati Blitar, Jl Sudanco Supriyadi 17 Blitar kemarin (23/3).
Sosialisasi MEA 2015 dibuka oleh Bupati Blitar Herry Noegroho dan diikuti oleh seluruh Kepala satker, termasuk camat, Koperasi Wanita, UMKM, Deskranada, PHRU dan stkeholder terkait.
Dalam sambutannya Bupati Blitar meminta sluruh pihak mempersiapkan diri menghadapi pelaksanaan MEA " Kita harus bisa menjadi bagian dari ageb comunity masyarakat ASEAN" kata herry Noegroho. Pada awalnnya MEA direncanakan berlaku mulai tahun 2020, namun dalam pelaksanaannya dipercepat pada tahun 2015. Menindaklanjuti Keputusan Presiden (Keppres) dan Inpres tahun 2014, siap atau tidak siap daerah harus mengahadapi MEA pada tahun 2015 ini, oleh karena itu kita harus mempersiapkan diri dengan baik, melalui penguatan kelembagaan, pemanfaatan potensi, memeprsiapakan permodalan, meningkatkan kualitas SDM serta meningkatkan nilai tambah produk yang dihasilkan oleh Masyarakat Kabupaten Blitar.  Dengan diberlakukannya MEA, Kabupaten Blitar tidak hanya merupakan produsen tapi sekaligus juga sebagai pangsa pasar MEA. Oleh karena itu, dengan mempersiapkan diri lebih lanjut, kabupaten blitar dapat bersaing dan mengambangkan bisnis serta pangsa pasarnya, karena jika tidak kita akan menjadi penonton di daerah sendiri. Imbuh orang nomor satu se Kabupaten Blitar ini.

Dalam mempersiapkan diri menghadapi MEA 2015, Kabupaten Blitar mengandalkan sektor Pariwisata, dan Agribisnis sera Argoindustri. Pada sisi lain juga meningkatkan kualitas SDM karena masih melimpahnya tenaga kerja di Kabupaten Blitar.  Pengembangan sektor pariwisata, agrobisnis dan agroindustri di dukung dan dimulai dengan penguatan sarana-prasarana, serta infrastruktur pendukung. 
Sosialisasi MEA 2015 dihadiri oleh Kepala Bidang Ekonomi Bappeda Propinsi Jawa Timur, Ir JUmadi, Dr Helmi Jawahir dari FEB Universitas Brawijaya dan Masgut dari Paraktisi usaha di Kabupaten Blitar. Materi yang disampaikan adalah UMKM, Ekonomi dan Bisnis serta permodalan agar dunia usaha, dunia kerja dan perdagangan di Kabupaten Blitar siap, dan mampu bersaing dalam MEA 2015.

Kamis, 05 Maret 2015

Kembangkan Agrowisata Atsri dan Desa Wisata

Kembangkan Agrowisata Atsri dan Desa Wisata
Inovasi Pembangunan Kepariwisataan Kabupaten Blitar

Kebijakan terkait pembangunan kepariwisataan di Kabupaten Blitar semakin inovatif dan kreatif. Bahkan sebagai keseriusan Pemerintah Kabupaten Blitar telah bekerjasama dengan Universitas Brawijaya malang terkait pengembangan Agrowisata Atsiri di Kabupaten Blitar. 
Pada sisi lain untuk mendukung dan mengkaji serta merencanakan pengembagang pariwisata di Kabupaten Blitar, bekerjasama dengan peneliti dari Univeritas Udayana, Pemkab blitar menyusun Rencana induk Pengembangan Pariwisata Kabupaten Blitar.
Dalam upaya mendukung industri pariwisata, khususnya penyediaan komponen industri pariwisata dan pendukungnya pada suatu daerah tujuan wisata terpadu (DTW) diperlukan perencanaan yang matang dan terpadu terintegrasi dengan dokumen perencanaan lainnya, termasuk penataan ruang, pembangunan daerah sekitar sehingga nantinya pelaksanaan dapat dikembangkan secara optima l dan terintegrasi.
Dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan seperti pemeritah daerah, DPRD, tenaga ahli pariwisata, pemerintah desa, masyarakat pelaku pariwisata, akademisi dan pemangku kepentingan lainnya disusunlah encana induk Pengembangan Pariwisata Kabupaten Blitar.

Perencanaan secara komprehensif falam mengembangkan kepariwisataan tidak hanya berdampak positif dalam rangka menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke DTW, tapi juga meotifasi para pelaku industri pariwisata. Untuk lebih inovatif, kreatif dan menciptakan nilai tambah (value added) terhadap berbagai produk atau pelayanan (services) yang kaan diberikan kepada wisatawan. "Kemajuan pariwisata banyak dipengaruhi oleh profesionalisme dan eksistensi lembaga (tourist institution), semakin berkembang lembaga (kualitas dan kuantitas), maka pariwisata suatu daerah akan semakin berkembang dan maju" kata Ir Mangatas L Tobing, M.Si kepala Bappeda Kabupaten Blitar.
Pembangunan bidang kepariwisataan merupakan salah satu agenda atau visi Bupati Herry Noegroho dan Wakil Bupati Rijanto. Salah satu bentuk realisasi MOU dengan Universitas Brawijaya adalah Kerjasama Tecnopark Atsiri di Kesamben yang direncanakan menjadi pusat rujukan penghasil atsiri di Indonesia Timur yang pada beberapa waktu lalu pencangannya dilakukan oleh Bupati Blitar Herry Noegroho dan Rektor Universitas Brawijaya Mohammad Bisri. 

Salah satu realisasi Rencana Induk Pariwisata yang disusun bersama Universitas Udayana adalah Workshop Desa Wisata yang diikuti oleh UMKM, Kepala Desa dan perangkat Desa yang mempunyai Potensi Desa Wisata hasil pemetaan DRD untuk menyamkan persepsi, membangun komitmen bersama dan memadukan langkah membengun pariwisata di kabupaten Blitar khusunya mengembangkan desa wisata, dimana  banyak desa di Kabupaten Blitar  mempunyai potensi yang sangat besar untuk dikembangkan menjadi desa wisata. Bekerjasama dengan SKPD terkait dan Dewan Riset Daerah (DRD) pada tahun 2015 berencana menggelar Lomba Desa Wisata. Pada kesembapat itu bersama Asosiasi Desa Wisata Jawa Timur, dibentuklah Asosiasi Desa Wisata Kabupaten Blitar. Pembentukan Asosiasi Desa Wisata  Kabupaten Blitar (Asidewi Kab. Blitar) mendapat apresiasi positif dari Wakil Ketua DPRD Heri Romadhon dan Maskur, serta             H Siswoyo dan Kholid Mustafa owner Kampung Cokleta yang ikut hadir dalam launching Asidewi Kab. Blitar

Selasa, 01 Juli 2014

Kunjungan Kerja Bappeda dan Dinas Peternakan Kab. Temanggung

Pada Kamis (22/06/14) bertempat diruang Pola Bappeda Kabupaten Blitar menerima Kunjungan Kerja Bappeda dan Dinas Peternakan Kab. Temanggung dalam rangka study banding pengelolaan Pasar Hewan Terpadu.
Rombongan Kabupaten Temanggung diterima oleh Kepala Bidang Ekonomi Kabupaten Blitar, Dra.SRI ASTUTI,MSi bersama Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Blitar. Ir Mashudi, M.Si.